Aktivis Luwu Andi Angga Prasadewa Diculik oleh Militer Israel dalam Video Darurat

Kabar terbaru mengenai Andi Angga Prasadewa, seorang aktivis kemanusiaan dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, telah menarik perhatian luas dari keluarga dan masyarakat. Dalam situasi yang semakin memprihatinkan, Andi Angga dilaporkan telah diculik oleh militer Israel saat menjalankan misinya di perairan internasional.
Profil dan Latar Belakang Andi Angga Prasadewa
Andi Angga Prasadewa lahir pada 16 Januari 1993 dan dikenal sebagai sosok yang berkomitmen tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan. Ia berangkat dari Turki bersama sejumlah relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada warga Gaza yang tengah dilanda konflik.
Dalam perjalanan tersebut, Andi Angga dan timnya membawa serta berbagai kebutuhan dasar untuk masyarakat yang membutuhkan. Namun, di tengah perjalanan, situasi yang tidak terduga muncul, membuat keluarga dan relawan lainnya merasa khawatir akan keselamatan mereka.
Reaksi Keluarga Terhadap Kejadian
Keluarga Andi Angga, terutama sang ayah, Andi Hamzah, mengaku diliputi perasaan campur aduk. Mereka merasakan kecemasan yang mendalam namun juga merasa bangga akan keberanian Andi Angga yang memilih jalan kemanusiaan yang berisiko tinggi. Dalam komunikasi terakhir melalui video call, Andi Angga menunjukkan keteguhan hati meski menyadari potensi bahaya yang ada di depan mata.
“Kami sangat khawatir, namun di sisi lain, kami merasa bangga. Tidak semua orang memiliki keberanian untuk mengambil langkah seperti ini,” ungkap Andi Hamzah, yang terus berdoa agar putranya diberikan keselamatan dan kekuatan untuk menghadapi situasi sulit.
Kondisi Darurat di Perairan Internasional
Menurut informasi yang diterima oleh keluarga, situasi di lapangan memang sedang dalam kondisi darurat. Dalam rekaman video yang beredar, Andi Angga memberikan pernyataan tegas. Ia menyampaikan kepada publik bahwa ia telah diculik oleh militer Israel dan menegaskan pentingnya dukungan dunia internasional terhadap situasi yang dihadapinya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Andi Angga Prasadewa. Jika Anda menonton video ini, berarti saya telah diculik oleh Zionis Israel di perairan internasional. Saya adalah bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia yang berlayar menuju Gaza untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza,” jelasnya dalam video tersebut.
Pernyataan dan Seruan kepada Dunia
Andi Angga melanjutkan dengan seruan kepada dunia internasional dan pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan terhadap penculikan yang dialaminya. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa kejadian ini merupakan salah satu bukti tindakan sewenang-wenang dari rezim Zionis Israel yang terus melanjutkan pengeboman dan genosida terhadap masyarakat sipil.
- Penculikan ini menunjukkan sikap agresif Israel terhadap aktivis kemanusiaan.
- Reaksi dunia internasional sangat diperlukan untuk mendukung kebebasan aktivis.
- Pemerintah Indonesia diharapkan dapat menggunakan jalur hukum untuk melepaskan mereka.
- Solidaritas global sangat penting dalam menghadapi isu ini.
- Misi kemanusiaan harus tetap didukung meskipun ada risiko yang mengintai.
Langkah-Langkah yang Diambil oleh Keluarga dan Pemerintah
Setelah mendengar kabar diculiknya Andi Angga, keluarganya segera berupaya untuk mencari bantuan. Mereka menjalin komunikasi dengan Anggota DPR RI, Andi Iwan Aras, yang merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk membebaskan para aktivis dan wartawan Indonesia yang ditahan oleh Israel.
Andi Hamzah menyampaikan bahwa Andi Iwan Aras telah memberikan informasi bahwa Menteri Luar Negeri, Sugiono, sedang melakukan berbagai upaya komunikasi untuk menangani situasi ini. “Pak Andi Iwan Aras menyampaikan kepada kami bahwa pemerintah melalui Menteri Luar Negeri terus melakukan komunikasi untuk mengupayakan pembebasan warga Indonesia,” katanya.
Dedikasi Andi Angga dalam Kemanusiaan
Andi Angga Prasadewa dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sejak muda, ia telah aktif terlibat dalam berbagai organisasi sosial dan kegiatan kemanusiaan. Semangatnya untuk membantu sesama membawanya untuk terjun langsung dalam misi kemanusiaan internasional, yang kini berujung pada penculikan oleh militer Israel.
Keluarga Andi Angga menyadari bahwa keputusan untuk menjadi sukarelawan kemanusiaan bukanlah hal yang mudah. Meskipun ada rasa cemas dan takut, mereka percaya bahwa niat baik Andi Angga untuk membantu sesama adalah sebuah pengabdian yang sangat mulia.
Harapan Keluarga
“Kami sedih dan cemas, tetapi juga bangga. Tidak semua orang sanggup berada di posisi seperti itu. Kami hanya berharap Andi Angga segera bebas dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” tutup Andi Hamzah, mencerminkan harapan besarnya untuk keselamatan putranya.
Situasi di Perairan Internasional
Ketegangan di perairan internasional dekat Siprus mencapai puncaknya pada Senin, 18 Mei 2026, ketika kapal-kapal tempur Zionis mengepung armada sipil yang membawa misi kemanusiaan. Misi ini bertujuan untuk memberikan logistik penyelamat jiwa bagi warga Gaza, namun terpaksa terhenti setelah pasukan militer Israel menyerang dan menangkap sekitar 100 aktivis lintas negara, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI).
Kejadian ini menyoroti betapa berisikonya upaya kemanusiaan di daerah konflik, serta perlunya dukungan global dalam melindungi para aktivis yang berjuang untuk keadilan dan kemanusiaan. Dunia kini menunggu langkah konkret dari pemerintah dan masyarakat internasional untuk merespons situasi yang mengkhawatirkan ini, serta mengupayakan keselamatan bagi Andi Angga dan rekan-rekannya.