Polisi Pindahkan Aksi Demo Mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda dan Gedung DPR, Simak 5 Tuntutannya

Jakarta – Dalam upaya menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas publik, Kepolisian Daerah Metro Jaya memutuskan untuk memindahkan lokasi aksi demo mahasiswa yang sebelumnya direncanakan di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi agar para demonstran dapat mengalihkan aksi mereka ke area Patung Kuda atau Gedung MPR/DPR RI, yang dianggap lebih sesuai untuk menyampaikan aspirasi.
Alasan Pemindahan Lokasi Aksi Demo Mahasiswa
Keputusan untuk mengalihkan lokasi unjuk rasa diambil demi menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan masyarakat di sekitar Bundaran HI. Budi menjelaskan, “Kami memahami bahwa Bundaran HI adalah lokasi yang sangat sibuk dengan berbagai aktivitas perekonomian dan kegiatan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk saling menghormati dan memahami situasi ini.” Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa aspirasi mahasiswa tetap dapat disampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Melalui Direktorat Intelijen, Polda Metro Jaya berusaha melakukan koordinasi dengan mahasiswa untuk memindahkan lokasi demo ke area yang lebih tepat. Dengan harapan, aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menciptakan ketegangan di masyarakat.
Komitmen Kepolisian untuk Keamanan dan Ketertiban
Budi juga menegaskan bahwa dalam pengamanan aksi ini, tidak ada anggota kepolisian yang akan membawa senjata api. Ini sejalan dengan instruksi dari Kapolda Metro Jaya, Komjen Asep Edi Suheri, yang mengedepankan pendekatan humanis dalam penanganan unjuk rasa. Polisi diharapkan dapat bersikap sabar dan tidak terprovokasi dalam menghadapi demonstran.
“Kami mengajak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan cara yang baik dan tetap menghormati pengguna jalan lainnya,” tambah Budi. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi, diharapkan interaksi antara mahasiswa dan aparat keamanan dapat berlangsung dengan kondusif.
Pengamanan Aksi Demo Mahasiswa
Polda Metro Jaya menyiapkan 6.088 personel gabungan dari TNI dan Polri untuk mengamankan aksi demo mahasiswa. Budi menyatakan bahwa pengamanan akan dilakukan di empat titik strategis: seputaran MPR/DPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya. Dengan pengamanan yang ketat, pihak kepolisian berkomitmen untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.
- Jumlah personel gabungan: 6.088
- Jumlah personel TNI: 500
- Personel Korbrimob: 1.000
- Personel BKO dari Kor Sabhara: 200
- Personel Polda Metro Jaya: 3.802
Budi menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung, dengan memastikan bahwa setiap individu dapat menyampaikan pendapat mereka dengan cara yang aman dan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Penyampaian aspirasi ini dilindungi oleh undang-undang, dan kehadiran petugas Polri dan TNI bertujuan untuk menjamin bahwa aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa
Menurut informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, aksi demo mahasiswa yang diorganisir oleh BEM UI pada 12 Juni 2026 ini merupakan lanjutan dari pernyataan sikap yang telah disampaikan sebelumnya oleh berbagai BEM fakultas di Universitas Indonesia. Dalam proses konsolidasi internal, mahasiswa telah menyepakati lima tuntutan utama yang akan menjadi fokus dalam demonstrasi kali ini.
Daftar Tuntutan
Berikut adalah lima tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa dalam aksi demo:
- Peningkatan Efisiensi APBN: Mahasiswa menyoroti bahwa pengeluaran negara saat ini dianggap tidak efisien dan kurang tepat sasaran, serta tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
- Isu Kenaikan Harga: Mahasiswa mengungkapkan keprihatinan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, dan daging yang semakin memberatkan masyarakat.
- Kenaikan Harga BBM: Pertamina baru-baru ini menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax lebih dari 30%, yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
- Program Makan Bergizi Gratis: Program unggulan Presiden yang terungkap adanya kasus korupsi di Badan Gizi Nasional menuai kritik dari mahasiswa.
- Keterlibatan Unsur Militer: Mahasiswa khawatir tentang meningkatnya keterlibatan unsur militer dalam bidang-bidang sipil, seperti birokrasi dan pendidikan.
Aksi ini merupakan bentuk protes mahasiswa terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang mereka anggap tidak memadai. Mereka percaya bahwa pemerintah belum mengakui atau bertanggung jawab atas berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.
Penutup
Dengan memindahkan lokasi aksi demo mahasiswa dari Bundaran HI ke area yang lebih sesuai, pihak kepolisian berharap dapat menjaga ketertiban dan memungkinkan mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka dengan lebih efektif. Langkah ini mencerminkan upaya kolaboratif antara aparat keamanan dan masyarakat untuk menciptakan dialog yang konstruktif dan damai, meskipun tantangan dalam penyampaian pendapat di ruang publik tetap ada.
Melalui pendekatan yang humanis dan terbuka, diharapkan aksi demo mahasiswa dapat berlangsung dengan aman dan tertib, serta menghasilkan perubahan yang diharapkan oleh seluruh pihak. Dengan demikian, aspirasi mahasiswa akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak.