PT SMGP Distribusikan 1.000 Paket Lebaran, Ceriakan Anak Yatim di Tiga Kecamatan Madina

Suasana gembira menggema di antara anak-anak yatim dan pengasuh mereka saat tim PT SMGP, perusahaan pembangkit listrik panas bumi, tiba dengan bantuan paket lebaran pada Rabu pagi (11/3/2026). Ekspresi gembira mereka adalah gambaran nyata dari semangat PT SMGP dalam penyaluran paket lebaran kepada masyarakat yang membutuhkan di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
PT SMGP dan Program Paket Lebaran
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, PT SMGP secara rutin melaksanakan program penyaluran paket lebaran setiap bulan Ramadhan. Program ini diarahkan kepada anak yatim di 31 desa dan kelurahan yang berada dalam wilayah kerja perusahaan (WKP). Dalam setiap paket lebaran, PT SMGP menyediakan berbagai bahan sembako dan makanan ringan
Tahun ini, PT SMGP telah mempersiapkan sebanyak 1.000 paket lebaran untuk dibagikan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Sebuah upaya yang tidak hanya mencerminkan peran perusahaan dalam pembangunan sosial, namun juga sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Penyaluran Paket Lebaran
“Segenap tim kami telah berhasil menyelesaikan penyaluran paket lebaran untuk para anak yatim di 31 desa dan kelurahan yang berada dalam WKP,” ungkap Ngalim, koordinator penyalur. Ia menambahkan bahwa penyaluran paket telah dilakukan di Kecamatan Puncak Sorik Marapi dengan 323 paket, Panyabungan Selatan dengan 285 paket, dan Lembah Sorik Marapi dengan 264 paket. Dengan ini, total paket yang telah disalurkan mencapai 872 paket, sedangkan sisanya akan disalurkan kepada warga yang kurang mampu di sekitar perusahaan.
Pimpinan PT SMGP, Ali Sahid, dan beberapa jajaran lainnya, termasuk dari PT Nakawara sebagai manajemen keamanan, turut hadir langsung dalam penyaluran paket lebaran ini.
Ali Sahid dan Program PT SMGP
Ali Sahid, Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, menjelaskan bahwa penyaluran paket lebaran ini merupakan bagian dari program rutin yang telah dijalankan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. “Salah satu makna bulan Ramadhan adalah meningkatkan rasa empati dan peduli kita kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Ini adalah tanggung jawab kita semua untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka,” kata Ali Sahid.
Ali Sahid juga menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat mendukung industri panas bumi yang dijalankan oleh PT SMGP, agar dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat lebih banyak kepada masyarakat melalui program community development. Program ini dirangkum dalam lima pilar, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan sosial budaya dan keagamaan.
“Kami berharap perusahaan ini dapat terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan. Program community development lima pilar yang telah kami jalankan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan kami berharap dapat lebih meningkatkan kontribusi kami di masa mendatang dengan dukungan dari semua pihak,” ungkap Ali Sahid.
Respon Masyarakat
Para kepala desa yang mendampingi anak-anak yatim menerima paket lebaran tersebut mengucapkan terima kasih kepada PT SMGP. Mereka mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam memperhatikan anak yatim, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Kami, atas nama masyarakat, ingin mengucapkan terima kasih kepada PT SMGP yang setiap tahunnya selalu hadir untuk membantu anak yatim di desa kami. Kami berharap bantuan ini dapat membawa keberkahan untuk kita semua, khususnya bagi PT SMGP,” ungkap beberapa kepala desa.
Tausiyah dan Buka Puasa Bersama
Setelah penyaluran paket lebaran, PT SMGP mengadakan tausiyah dengan tema “Puasa Membentuk Karakter Integritas dan Perkuat Kejujuran” sekaligus buka puasa bersama. Ustaz Endi Hasan diundang sebagai penceramah dalam acara tersebut yang diadakan di basecamp PT SMGP Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi.
Ustaz Endi Hasan dalam ceramahnya menjelaskan bahwa puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang pendidikan kedisiplinan dan peningkatan keimanan. “Bulan Ramadhan melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh. Puasa mendidik kita untuk lebih disiplin, lebih memiliki rasa empati dan peduli. Karena pada akhirnya, keimanan dan ketakwaan kita yang menjadi pembeda di antara kita semua. Bukan soal jabatan atau kekayaan, tetapi tentang bagaimana kita memaknai dan menjalankan ibadah ini,” jelas Ustaz Endi Hasan.
Acara tersebut ditutup dengan berbuka puasa dan salat magrib berjamaah, sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas di antara semua pihak yang hadir.