Bupati Agam Mengapresiasi Kembalinya Perantau dalam Acara Basamo Magek Saondoh

Pulang ke kampung halaman selalu menghadirkan momen yang penuh makna bagi setiap perantau. Ketika mereka kembali, bukan hanya sekadar bertemu dengan keluarga dan sahabat, tetapi juga merasakan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian yang kerap terlupakan di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari. Acara Pulang Basamo Magek Saondoh (PBMS) 2026, yang diadakan di Mushala Baitul Rahman Islamic Center, Nagari Magek, menjadi wadah untuk merayakan kembalinya perantau dan membangun kembali hubungan dengan masyarakat lokal. Dalam kesempatan ini, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis MM Dt. Tan Batuah, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi para perantau.
Pentingnya Kembalinya Perantau dalam Membangun Komunitas
Kegiatan subuh berjamaah dan tabligh akbar yang berlangsung pada Rabu, 25 Maret 2026, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala BKPSDM Agam, Rahmi Artati, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh terhadap inisiatif positif yang mendukung kembalinya perantau ke kampung halaman. Hal ini menjadi momentum untuk memperkuat jaringan sosial dan ekonomi di daerah tersebut.
Makna Kegiatan Pulang Basamo
Ketua Harian DPP Magek Saondoh, H. Adrilsiah Adnan Dt. Nan Kodoh Rajo, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Bupati Agam. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi merupakan momen penting untuk memperkuat tali silaturahmi antara perantau dan warga lokal. “Kedatangan para perantau Magek Saondoh pulang basamo tahun ini merupakan yang keempat. Sebelumnya, kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkala,” ujar Walinagari Hizralias.
- 2014 – Tahun pertama kegiatan pulang basamo dimulai
- 2017 – Acara kedua dilaksanakan dengan sukses
- 2020 – Tidak ada acara karena pandemi COVID-19
- 2023 – Acara ketiga dengan semangat baru
- 2026 – Kembalinya perantau dalam acara yang keempat
Kontribusi Perantau bagi Kampung Halaman
Bupati Agam, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada para perantau yang telah kembali ke kampung halaman. Ia menyatakan, “Kepedulian dan partisipasi perantau dalam kegiatan Pulang Basamo Magek Saondoh ini sangat berarti. Ini adalah wujud nyata dari cinta mereka terhadap kampung halaman.” Melalui acara ini, Bupati berharap agar para perantau bisa memberikan kontribusi positif untuk pembangunan daerah.
Nilai-nilai dalam Kembalinya Perantau
Benni Warlis juga menegaskan bahwa kembalinya perantau bukan sekadar untuk reuni, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada kampung halaman. “Pulang kampung bagi para perantau adalah panggilan jiwa, sebuah fitrah yang tidak bisa diabaikan,” ungkapnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk menjaga hubungan dengan akar budaya dan komunitas asal meskipun telah merantau jauh.
Perantau sebagai Agen Perubahan
Kembalinya para perantau ke kampung halaman bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial. Banyak di antara mereka yang membawa pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan untuk pengembangan masyarakat.
Inisiatif dan Program yang Dapat Diterapkan
Beberapa inisiatif yang dapat diambil oleh para perantau antara lain:
- Mendirikan usaha lokal yang dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.
- Menjalankan program pelatihan atau workshop untuk meningkatkan keterampilan warga.
- Berinvestasi dalam infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
- Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya untuk memperkuat identitas lokal.
- Mendorong kolaborasi antara perantau dan pemerintah daerah dalam pembangunan.
Menjaga Tradisi dan Budaya Lokal
Acara Pulang Basamo Magek Saondoh bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal. Dalam setiap pertemuan, perantau diajak untuk terlibat dalam kegiatan yang merayakan warisan budaya daerah. Ini menciptakan rasa kebersamaan dan saling menghargai antar generasi.
Peran Masyarakat dalam Menyambut Perantau
Disamping itu, masyarakat lokal juga memiliki peran penting dalam menyambut perantau. Dengan sikap terbuka dan ramah, mereka dapat menciptakan atmosfer yang hangat dan menyenangkan. “Sambutan yang baik akan membuat perantau merasa dihargai dan diingat, sehingga mereka akan lebih terdorong untuk kembali lagi di masa depan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Kegiatan yang Memperkuat Jalinan Silaturahmi
Selama kegiatan Pulang Basamo, berbagai aktivitas dilakukan untuk memperkuat jalinan silaturahmi antara perantau dan warga. Mulai dari acara olahraga, bazar lokal, hingga diskusi tentang isu-isu terkini yang dihadapi kampung halaman. Semua ini bertujuan untuk menciptakan interaksi yang lebih intens dan produktif.
Rencana Masa Depan untuk Kembalinya Perantau
Ke depan, diharapkan kegiatan Pulang Basamo dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Para perantau diharapkan tidak hanya kembali untuk merayakan, tetapi juga untuk berkontribusi dan berkolaborasi dalam pembangunan daerah. Ini akan menjadi langkah strategis untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kampung halaman.
Kesimpulan yang Menginspirasi
Kembalinya perantau ke kampung halaman dalam acara Pulang Basamo Magek Saondoh adalah sebuah momentum berharga untuk memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Dengan dukungan dari semua pihak, acara ini bisa menjadi jembatan untuk menciptakan sinergi antara perantau dan masyarakat lokal. Melalui kerja sama yang baik, diharapkan kampung halaman dapat tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek, menjadikan tempat yang lebih baik untuk generasi mendatang.



